MUNAFIK: ANTARA NASH DAN REALITAS (Studi Tafsir Sayyid Qutb dan Buya Hamka)

JOKO, IMAM SAPUTRA (2021) MUNAFIK: ANTARA NASH DAN REALITAS (Studi Tafsir Sayyid Qutb dan Buya Hamka). Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[img] PDF
Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK MUNAFIK : ANTARA NASH DAN REALITAS (Studi Tafsi@r Sayyid Qutb dan Buya Hamka) Al-Quran sebagai pedoman pertama umat Islam, yang periwayatannya berlangsung secara Mutawatir, tidak akan pernah habis pembahasan dan kajiannya, termasuk masalah munafik. Diskursus ini sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pembahasannya terekam dalam Al-Quran. Abdullah bin Ubay dan para pengikutnya yang melakukan penyimpangan disebut dengan Mufsidu>na yaitu orang yang berbuat kerusakan. Mereka mendapatkan azab yang sangat besar dan dahsyat, dengan ejekan dari Tuhannya agar mereka kembali ke dunia mencari cahaya iman dan menjadi penghuni neraka. Akhir-akhir ini pembahasan tentang munafik ramai dibicarakan, mulai dari kalangan birokrat, teknokrat, konglomerat maupun dari orang biasa, beragam pendapat muncul untuk menjawab persoalan ini. Dalam penelitian yang berjudul Munafik antara Nash dan Realitas (Studi Tafsi@r Sayyid Qutb dan Buya Hamka) ini akan terfokus pada masalah kemunafikan menurut Sayyid Qutb dalam Tafsi@r Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n dan Buya Hamka dalam Tafsi@r Al-Azhar. Sehingga timbul pertanyaan sebagai rumusan masalah yaitu: Bagaimana penafsiran Sayyid Quthb dan Buya Hamka tentang masalah kemunafikan? Bagaimana posisi pemikiran Tafsi@r Sayyid Quthb dan Buya Hamka tentang budaya kemunafikan dari sudut Nash dan Realitas? Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan (library research), yang sifatnya termasuk penelitian deskriptif analisis. Literatur merupakan sumber data dengan membedakan data primer dan data sekunder. Adapun dalam mengambil kesimpulan digunakan 8 metode induktif yaitu metode yang dipakai untuk mengambil kesimpulan dari uraian-uraian yang bersifat khusus ke dalam uraian yang bersifat umum, dan analisis komparatif yaitu teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat Perbandingan antar elemen. Dalam penelitian ini Sayyid Qutb mengatakan sebab seseorang itu bisa munafik dikarenakan adanya rasa takut kaum muslimin untuk menegakkan syariat Islam dan menegakkan kebenaran, walaupun mereka mengaku beriman kepada Allah. Padahal di antara mereka ada yang memiliki posisi yang strategis yang bisa memiliki kemampuan untuk menegakkan kebenaran. Mereka yang hendak berhakim kepada selain syariat Allah yakni kepada thagut mereka adalah golongan munafik. Buya Hamka mengatakan jika seseorang sering berbohong, menyembunyikan sikap atau perasaan yang sebenarnya maka perbuatan itu bisa menjadi sebab yang menyeretnya ke dalam nifa>q yang sejati, juga dari segi menegakkan pemerintahanpun, dari pada menerima hukum syariat islam mereka lebih suka menyalin kitab hukum pusaka penjajah, atau menyalin hukum Negara-negara barat yang lain orang itu telah di cap sebagai orang munafik. Jadi, orang munafik itu memandang bahwa agama itu hanya hubungan pribadi tiap-tiap orang dengan Tuhan. Adapun jika mengenai hukum atau Mu‟amalah tidak perlu tunduk kepada Allah. Menurut Sayyid Qutb maupun Buya Hamka perbuatan munafik itu akan mengganggu jalannya pembangunan, sebab orang munafik selalu menginginkan kehancuran system dalam bernegara dengan memisahkan kehidupan Mu‟amalah dan Syariat. Bahkan Sayyid Qutb mengatakan bila sudah jelas ciri-ciri kemunafikan seseorang terpenuhi, kita tidak perlu mendoakan, apalagi menshalati jenazahnya. Menurut Penulis, kita perlu bersikap tegas dalam menghadapinya orang munafik, dalam hubungan antar manusia mereka diperlakukan sama dengan warga masyarakat lainnya. Namun, harus tetap 9 diwaspadai dan tidak perlu diberi amanah yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Seperti, diangkat menjadi pemimpin baik formal maupun informal.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 14 Jan 2021 06:28
Last Modified: 14 Jan 2021 06:28
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/12884

Actions (login required)

View Item View Item