KEDUDUKAN WANITA DALAM TEOLOGI ISLAM PERSPEKTIF FATIMA MERNISSI DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN

Lisa, Selfia (2021) KEDUDUKAN WANITA DALAM TEOLOGI ISLAM PERSPEKTIF FATIMA MERNISSI DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN. Undergraduate thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[img] PDF
Download (3MB)
[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK KEDUDUKAN WANITA DALAM TEOLOGI ISLAM PERSPEKTIF FATIMA MERNISSI DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN OLEH LISA SELFIA Islam menjelaskan bahwa wanita memiliki kedudukan yang tinggi, seperti dalam Al-Qur’an surat Al-Hujarat ayat 13. Tetapi pada prakteknya saat ini kaum wanita dipandang rendahn dibawah kaum laki-laki. Penelitian mengkaji pemikiran Fatima Mernissi tentang kedudukan wanita dan dilihat dari perjuangannya untuk mensetarakan kedudukan wanita. Masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah bagaimana kedudukan wanita dalam teologi Islam perspektif Fatima Mernissi dan bagaimana relevansi pemikiran Fatima Mernissi tentang kedudukan wanita. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dibidang filsafat dan jenis penelitian ini adalah penelitian library research (kepustakaan). Sumber pokok dalam penelitian ini adalah buku karya dari Fatima Mernissi dan didukung oleh penelitian terdahulu yang relevan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode : metode deskripsi, metode komparasi, metode kesinambungan historis, dan metode kritis. Dalam penarikan kesimpulan, peneliti menggunakan metode lingkaran hermenutika. Berdasarkan pemikiran Fatima Mernissi ditemukan beberapa hal, yaitu : (a) Fatima Mernissi berpendapat bahwa secara teologis wanita memiliki kedudukan yang tinggi. Kedudukan wanita dalam teologi Islam adalah setara dengan laki-laki, wanita memiliki kesetaraan yang sama dengan laki-laki dalam hal-hal tertentu. Kedudukan wanita juga dilihat dalam beberapa bidang yaitu pendidikan, politik, sosial, dan keluarga. Wanita bisa mendapatkan kesetaraan dalam bidang-bidang tertentu. Hal ini didasarkan dengan perjuangan Fatima Mernissi untuk mensetarakan kedudukan wanita dan memperluas ruang gerak wanita untuk melakukan hal-hal yang diinginkannya. Pemikirannya menyeimbangkan dengan Al-Qur'an dan Hadis, yang dimana dalam Al-Qur'an sudah dijelaskan bahwa wanita berhak untuk mendapatkan kesetaraan. (b) pemikiran Fatima Mernissi tentang kedudukan wanita sangat relevan di era modern. Relevansinya di era modern diukur dalam perbandingan dengan pemikiran teolog di Indonesia yaitu Buya Hamka, seorang feminis muslim yaitu Riffat Hasan dan juga Qasim Amin yang memiliki pemikiran tentang wanita. Kemudian pemikirannya mengandung karakteristik Islami yang bersumber pada kitab suci Al Qur’an dan sabda Nabi Muhammad SAW dalam al hadis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 13 Jan 2021 04:47
Last Modified: 13 Jan 2021 04:47
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/12864

Actions (login required)

View Item View Item