REMAJA DAN KEBUDAYAAN DALAM IMPLEMENTASI FALSAFAH HIDUP SAKAI SAMBAYAN DI TIYUH PENUMANGAN KECAMATAN TULANG BAWANG TENGAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

SUPRIYANSYAH, SUP (2020) REMAJA DAN KEBUDAYAAN DALAM IMPLEMENTASI FALSAFAH HIDUP SAKAI SAMBAYAN DI TIYUH PENUMANGAN KECAMATAN TULANG BAWANG TENGAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img] PDF
Download (5MB)

Abstract

Salah satu kebudayaan yang sampai sekarang masih tetap terjaga oleh masyarakat Tiyuh Penumangan adalah sakai sambayan yaitu falsafah hidup masyarakat Lampung. Sakai sambayan memiliki makna Sakai (sasakai) artinya tolong menolong diantara sesama saling silih berganti sedangkan Sambayan, (sesambai) artinya gotong royong dalam mengerjakan sesuatu yang berat dan besar, jadi sakai sambayan mencangkup memberikan sesuatu kepihak lain baik material, moril, pikiran, dan sebagainya. Rumusan masalah: (1) Bagaimanakah implementasi kebudayaan falsafah hidup sakai sambayan di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat? (2) Adakah implikasi kebudayaan falsafah hidup sakai sambayan pada remaja di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat? Tujuan Penelitian: (1) Mengetahui implementasi kebudayaan falsafah hidup sakai sambayan di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. (2) Mengetahui implikasi kebudayaan falsafah hidup sakai sambayan pada remaja di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber informasi pada penelitian ini adalah Tokoh adat, dan remaja di Tiyuh Penumangan Kabupaten Tulang Bawang Barat. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Implementasi falsafah hidup sakai sambayan pada remaja di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat masih dilestarikan dan tetap diterapkan oleh remaja dengan baik berikut 3 (tigat) kegiatan yang masih tetap diterapkan yaitu (a) Dalam pesta pernikahan (b) Dalam aktifitas pertanian (c) Dalam bersih-bersih kampung. (2) Implikasi falsafah hidup sakai sambayan pada remaja Tiyuh di Penumangan Baru Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat yaitu: (1) Menghindari konflik (control sosial) (2) Memupuk persatuan dan kesatuan dan (3) Meningkatkan semangat gotong royong.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: Najib Ali
Date Deposited: 26 Nov 2020 03:59
Last Modified: 26 Nov 2020 03:59
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/12450

Actions (login required)

View Item View Item