KORELASI SABAR DAN SHALAT DALAM PERSPEKTIF TAFSIR ISYARI (Study Tafsir Al-Tustari)

ASAH, NUGRAHA (2020) KORELASI SABAR DAN SHALAT DALAM PERSPEKTIF TAFSIR ISYARI (Study Tafsir Al-Tustari). Undergraduate thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[img] PDF
Download (574kB)
[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Sabar adalah salah satu pokok dari pilar atau tiang (maqamat) agama, dan merupakan salah satu anak tangga dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. Apabila seseorang dapat menjadikan sabar sebagai maqamat di dalam hidupnya, maka di dalam dirinya sudah terbentuk struktur pokok atau tiang agama. Sabar bisa bersifat fisik dan juga dapat bersifat psikis. Karena sabar dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mengendalikan emosi, dan tergantung peletakannya sebagai obyek. Dan Shalat adalah sebuah sandaran disaat seorang hamba dilanda cemas dan gelisah. Kenyataan sehari-hari membuktikan bahwa bersandar pada makhluk, betapapun tinggi kekuatan dan kekuasaannya, seringkali tidak membuahkan hasil. Yang mampu hanyalah Allah Tuhan semesta alam. Maka dari itu, hendaknya manusia menyandarkan dirinya kepada Allah SWT dengan shalat. Shalat yang dikerjakan dengan khusyuk dapat membantu menenangkan jiwa dan menghilangkan kecemasan dalam diri. Keadaan ini disebabkan karena beberapa hal, di antaranya adalah timbulnya dalam diri manusia perasaan kecil di hadapan Allah SWT. Abu Muhammad Sahl ibn Abdullah ibn Yunus ibn Isa ibn Abdullah ibn Rafi‟ Al-Tustari, beliau merupakan Tokoh Sufi pertama kali yang hidup di abad ke 3H, yang mempunyai bukti fisik kitab tafsir. Banyak penafsiran corak sufi pada masa selanjutnya yang merujuk pada penafsirannya. Sehingga sudah dapat dipastikan penafsirannya turut menyertakan penjelasan yang kompleks tentang Sabar dan Shalat dan hubungan antara keduanya menurut kalangan sufistik. Penelitian ini adalah penelitian tentang al-Qur‟ân dan tafsir, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) dan sifatnya adalah deskriptif analisis. Untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian, maka peneliti menggunakan pendekatan metode maudhû‟îy (tematik). Dalam proses pengumpulan data, peneliti mengumpulkan, membaca, mencatat dan mengutip dari data-data tersebut. Sumber data yang digunakan ada dua macam yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer pada penelitian ini adalah Kitab Tafsîr Al-Tustari. Adapun sumber sekudernya yaitu buku-buku dan literatur yang berkaitan dengan judul ini. Setelah data terkumpul, kemudian penulis melakukan proses analisa. Adapun dalam analisis data, penulis menggunakan metode kualitatif dan content analysis. Dengan menggunakan metode tersebut peneliti mendapati bahwa sabar dan shalat memiliki hubungan yang erat dalam meminta pertolongan Allah SWT, karena dua ibadah ini amat sangat berat dan mengangkat derajat hambanya kepada tingkatan yang tinggi. Semoga dengan adanya dua ibadah ini, kita dapat beristiqomah dan dapat mengoptimalkan bahkan memaksimalkan diri dalam menjalankannya dan menjadikan keduanya sebagai sarana untuk meminta pertolongan Allah SWT dan menjadi hamba-hamba yang mendapat kabar gembira dari rasul-Nya. Aamiin

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 20 Nov 2020 07:25
Last Modified: 20 Nov 2020 07:25
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/12364

Actions (login required)

View Item View Item