Internalisasi Nilai Nilai Tasawuf di Pondok Pesantren Salafi Al Afiyah Kampung Keroy Kecamatan Sukabumi Bandar Lampung

ISDIANA, ISD (2020) Internalisasi Nilai Nilai Tasawuf di Pondok Pesantren Salafi Al Afiyah Kampung Keroy Kecamatan Sukabumi Bandar Lampung. Masters thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Download (448kB)

Abstract

Akhlak dalam aktivitas yang diajarkan oleh tasawuf untuk mengangkat manusia ke tingkatan shafa al-tauhid. Pada tahap inilah manusia akan memiliki akhlak kepada Allah. Dan manakala seseorang dapat berperilaku dengan perilaku Allah, akan terjadi keselarasan dan keharmonisan antara kehendak manusia dengan Iradah-Nya. Penelitian ini mengambil Pondok Pesantren Salafi Al-Afiyah, karena ponpes incukup konsen dengan nilai-nilai tasawuf di dalamnya. Oleh sebab itu, peneliti berkeinginan untuk meneliti bagaimana nilai-nilai tasawuf diajarkan kepada para santrinya, sehingga para santrinya memiliki bekal untuk membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif di era globalisasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan secara rinci dan mendalam tentang internalisasi nilai-nilai tasawuf akhlaqi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif; Pengumpulan data melalui wawancara sebagai metode pokok dan dokumentasi sebagai metode penunjang dalam penelitian. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Sumber data pada penelitian ini adalah Ketua Ponpes, wakil, pengajar dan santri di Ponpes Salafi Al-Afiyah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa; 1). Penanaman nilai tasawuf akhlaqi yang dilakukan di Pondok Pesantren Salafi Al-Afiyah dapat dikatakan cukup baik. Hal tersebut didasarkan bahwa penanaman nilai sudah sesuai dengan kajian teoritik yang dipaparkan oleh Mukhtar Hadi, yaitu penanaman nilai akhlaqi dilakukan melalui proses takhali, tahalli, dan tajjali. Takhalli (mengkosongkan diri dari perbuatan yang tidak baik), tahalli (menghias diri dengan jalan membiasakan diri dengan sikap, perilaku, dan akhlak yang terpuji) dan tajalli (tersingkapnya batas antara hamba dan Tuhannya). Kemudian, dalam pelaksanaan penanaman nilai akhlaqi melalui takhali, tahalli, dan tajjali, diperkuat dengan mengintegrasikan materi yang bersumber dari kitab ; (Ta‟lim alMutta‟allim, Nasoikhul Ibad, Bidayatul Hidayah, Irsyadul Ibad, Hadits Arbain Nawawi, Hadits Riyadh al-Shalihin, dan lain sebagainya). Serta, penggunaan metode seperti; (metode kedisiplinan, metode latihan dan pembiasaan, metode targhib dan tahdzib, metode keteladanan, dan metode ibrah), yang dapat menunjang dalam penanaman atau pembentukan akhlak santri. 2). Penanaman nilai tasawuf akhlaqi di Pondok Pesantren Salafi Al-Afiyah, memiliki implikasi terhadap santri, yaitu: Pertama, Menjadikan seorang santri berakhlak mulia (Meliputi sifat: zuhud, qona‟ah,rawakkal, sabar, wara‟, dan ikhlas). Kedua, menjadikan seorang santri yang bertoleransi tinggi. Ketiga, menjadikan seorang santri percaya diri. Dan keempat, menambah kecerdasan spiritual seorang santri. Dapat dilihat bahwa penanaman tasawuf memiliki implikasi yang positif terhadap kepribadian seorang santri sebagai mahluk individu, mahluk sosial dan juga sebagai hamba Allah. Tasawuf selalu mengarahkan kepada jalan kebaikan dan kebenaran, sehingga apapun problematika yang muncul pasti dapat direspon dengan baik, oleh setiap pribadi yang memiliki nilai tasawuf di dalam diri dan hatinya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Aqidah Filsafat
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Filsafat Agama
Depositing User: Najib Ali
Date Deposited: 19 Nov 2020 03:21
Last Modified: 19 Nov 2020 03:21
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/12336

Actions (login required)

View Item View Item