TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP AKAD BAGI HASIL DENGAN SISTEM POINT DALAM USAHA RUMAH MAKAN

AYU, WULANDARI (2020) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP AKAD BAGI HASIL DENGAN SISTEM POINT DALAM USAHA RUMAH MAKAN. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (1MB) | Preview
[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Islam adalah agama yang komprehensif yang mengatur semua aspek kehidupan manusia yanng telah disampaikan oleh Rasulullah saw. Salah satunya adalah mengatur tentang cara memperoleh nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehai-hari. Dalam Islam juga dijelaskan berbagai cara memperoleh harta dengan jalan yang baik dan halal seperti berdagang, sewa menyewa, bagi hasil dan lain-lain. Salah satu usaha yang paling menonjol di zaman sekarang adalah usaha kuliner. Adapun usaha rumah makan yang sampai saat ini menjadi salah satu usaha yang diminati oleh masyarakat dan satu-satunya di Bandar Lampung yaitu Restoran Garuda. Restoran Garuda, merupakan usaha rumah makan yang menyajikan berbagai makanan khas kota Padang atau Minang. Menariknya, dalam hal operasional Restoran Garuda memiliki sistem yang membuatnya berbeda dengan rumah makan ataupun jenis usaha lainnya. Restoran Garuda menyebutnya dengan istilah sistem Point. Sistem point merupakan sistem bagi hasil usaha yang digunakan oleh Restoran Garuda dalam usahanya. Restoran Garuda menggunakan sistem point sebagai pedoman penghitungan hasil usaha kepada karyawan, hal ini dinilai dari cara kerja dan seberapa giat karyawan itu bekerja, serta berdasarkan posisi yang dihitung selama 60 hari (2 bulan) sekali. Artinya, setiap karyawan memperoleh pendapatan yang berbeda-beda tergantung pendapatan yang diperoleh Restoran Garuda selama 60 hari kerja dan dibagi sesuai kesepakatan antara pengelola restoran dengan karyawan. Dalam pelaksanaan berdasarkan kesepakatannya sistem bagi hasil ini dilakukan dalam bentuk lisan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; 1) Mengapa terjadi Praktik Akad Bagi Hasi dengan sistem point di Restoran Garuda, Bandar Lampung?, 2) Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syari‟ah terhadap akad bagi hasil dengan sistem point di Bandar Lampung? Tujuan penelitian ini yaitu; 1) Untuk mengetahui praktik bagi hasil yang dilakukan oleh Restoran Garuda terhadap karyawannya dengan sistem point, 2) Untuk menegetahui dana menganalisis praktik bagi hasil dengan sistem point di rumah makan Restoran Garuda menurut tinjauan hukum ekonomi syari‟ah. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang dikumpulkan adalah data primer yang diambil dari sejumlah responden yang terdiri dari pihak karyawan dan pemilik restoran garuda. Sedangkan data sekunder dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh melalui pihak lain yang bertujuan untuk mengumpulkan data-data dan informasi dengan bantuan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil peneliti menunjukkan bahwa, praktik seperti itu adalah dibenarkan karena terpenuhinya rukun dan syarat akad bagi hasil (mudharabah), meskipun dijalankan usaha itu dengan sistem point. Tetapi sebaliknya, jika tidak terpenuhi rukun dan syarat bagi hasil, maka akadnya dipandang tidak sah, yang berarti tidak diperbolehkan, karena bertentangan dengan kaidah-kaidah umum muamalah, yaitu antara shahibul maal dengan mudharib. Di mana, dalam kesepakatannya harus sama-sama rela, menepati akad perjanjian, dilarang adanya unsur penipuan, permainan (maisir), dan diharuskan adanya keadilan bagi pihak-pihak yang melakukan kesepakatan tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 20 Oct 2020 04:11
Last Modified: 20 Oct 2020 04:11
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/12047

Actions (login required)

View Item View Item