PAHALA JIHAD ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Fi Zhilalil Qur’an)

Ulil Farida Afla, afl (2020) PAHALA JIHAD ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Fi Zhilalil Qur’an). Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)
[img]
Preview
PDF
Download (7MB) | Preview

Abstract

Dalam penelitian ini, berbicara tentang pahala jihad antara laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur’an berdasarkan pemikiran Sayyid Quthb dalam tafsirnya fi zhilalil Qur’an, dimana saat ini jihad sangat gencar diperbincangkan di kalangan masyarakat. Dari kalangan ulama hampir semuanya memahami bahwa jihad adalah sebagai ajakan kepada agama yang benar. Jika kata jihad disandingkan dengan kata fi sabilillah (dijalan Allah), maka jihad fi sabilillah merupakan berjuang di jalan Allah. Jadi jihad yang berarti perjuangan, dan perjuangan itu bisa dilakukan dengan lisan atau dengan anggota badan untuk tetap mempertahankan tegaknya agama Allah. Jihad dalam arti peperangan memang diwajibkan atas laki-laki saja, dan tidak diwajibkan bagi kaum perempuan, karena kodrat seorang laki-laki yang lebih kuat jika dibanding dengan perempuan. Kodrat perempuan yang menyebabkan mereka memiliki tugas tertentu, begitupun dengan laki-laki. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan membahas tentang bagaimana perolehan pahala jihad antara laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur’an berdasarkan pandangan Sayyid Quthb dalam tafsir fi zhilalil Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode maudhu’i/tematik, adapun sumber data penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan data primer yaitu Al-Qur’an dan kitab tafsir fi zhilalil Qur’an dan data sekunder yaitu buku-buku yang berkaitan dengan tema penelitian. Sehingga ketika data sudah terkumpul semua, kemudian menggunakan metode deskriptif yaitu memaparkan secara kritis dan menganalisa permasalahan yang ditemukan dalam penelitian. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pahala jihad laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur’an menurut pandangan Sayyid Quthb adalah sama, karena dihadapan Allah, Allah tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan, meskipun dalam penafsiran Sayyid Quthb tidak dijelaskan secara khusus balasan pahala bagi laki-laki dan perempuan tetapi sudah dijelaskan secara global yang di dalamnya mencakup laki-laki dan perempuan. Tetapi perlu dicatat bahwa untuk mendapatkan balasan pahala itu sendiri laki-laki dan perempuan mempunyai cara masing-masing yang disesuaikan dengan kodratnya, karena tidak bisa dipungkiri bahwa laki-laki dan perempuan memang berbeda dari segi fisik, hak dan juga kewajibannya, dan dihadapan Allah yang membedakan anatara keduanya adalah tentang ketaqwaannya saja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Najib Ali
Date Deposited: 20 Oct 2020 03:28
Last Modified: 20 Oct 2020 03:28
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/12039

Actions (login required)

View Item View Item