TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PERAN KELUARGA TERHADAP ANAK DIFABEL

ROUSAN, FIKRI (2020) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PERAN KELUARGA TERHADAP ANAK DIFABEL. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (2MB) | Preview
[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Pandangan keluarga yang memiliki anggota keluarga difabel, berpendapat bahwa pendidikan anak cukup dengan pendidikan di SLB. Hal ini disebabkan faktor sibuknya orang tua karena kondisi ekonomi keluarga yang rendah. Permasalahan dalam penelitian ini ialah pertama, bagaimanakah peran keluarga terhadap anak difabel di Kecamatan Sukabumi Bandar Lampung? dan kedua, bagaiamana tinjauan hukum Islam mengenai peran keluarga terhadap anak difabel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran keluarga terhadap anak difabel di Kecamatan Sukabumi Bandar Lampung, dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam mengenai peran keluarga terhadap anak difabel. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research). Data primer melalui wawancara dengan 6 keluarga yang berada di Kecamatan Sukabumi, yang kemudian dilengkapi dengan data sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengolahan data melalui editing, coding dan rekontruksi data serta dengan metode berfikir induktif. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan, bahwa pertama, peran keluarga yang bertempat tinggal di Kecamatan Sukabumi dalam mengahadapi anak difabel, mereka yang berperan aktif, menyadari akan kewajiban orang tua terhadap anak, sedangkan yang tidak berperan aktif mereka berdalih dalam mengasuh anaknya cukup menyekolahkan dan memenuhi kebutuhannya secara finansial. Hal itu terjadi karena faktor sibuknya orang tua yang sama-sama bekerja, kondisi ekonomi keluarga yang rendah dan juga karena kurangnya pengetahuan tentang kewajiban orang tua yang seharusnya diberikan oleh orang tua terhadap anak. Kenyataannya di lapangan bahwa anak difabel yang hanya memperoleh pendidikan di SLB, pada umumnya belum menunjukkan kemandirian yang diharapkan. Oleh karena itu, jika pendidikan anak hanya diberikan dengan disekolahkan di SLB, sangatlah kurang untuk dapat mengembangkan potensinya. Peran terbesar dalam mendidik anak khususnya anak difabel ialah peran orang tua, baik itu dalam bidang akademis, moral maupun spiritual. Kedua, ditinjau dari hukum Islam, bahwa kurangnya waktu orang tua bagi anak yang disebabkan karena faktor ekonomi dan minimnya pengetahuan tentang hak dan kewajiban orang tua terhadap anak. Sebagaimana diketahui bahwa tugas orang tua khususnya seorang ibu ialah yang bertanggung jawab atas perkembangan anaknya yang ditegaskan dalam QS. al-Baqarah ayat 233. Selain itu, alasan lain dari salah satu ayah dari anak difabel, menganggap bahwa dirinya adalah sebagai kepala keluarga yang hanya bertugas mencari nafkah, bukan mengurus anak. Allah telah menjelaskan betapa pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak. Ayah mempunyai tanggung jawab atas anak-anaknya baik itu dalam pendidikan moral maupun spritual. Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. Luqman ayat 13,16, 17, 18, 19, dan 20. Bagi orang tua yang sama-sama bekerja, hal ini dapat dilakukan dengan melakukan musyawarah. Masing-masing mempunyai peran secara bersama dalam mengemban tugas dan amanah rumah tangga. Pengetahuan orang tua sangatlah diperlukan terutama bagi ibu sebagai pengasuh utama anak selain itu juga harus didukung oleh seorang ayah untuk memaksimalkan potensi anak terutama bagi anak difabel.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Konsentrasi Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Oct 2020 04:07
Last Modified: 08 Oct 2020 04:07
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/11943

Actions (login required)

View Item View Item