ISRA<<<’I<LIYYA<T DALAM KITAB H{A<SYIAH ALS{A<WI< ‘ALA< TAFSI<R JALA<LAIN

LUMNGATUL MA’ARIF, maa (2020) ISRA<<<’I<LIYYA<T DALAM KITAB H{A<SYIAH ALS{A<WI< ‘ALA< TAFSI<R JALA<LAIN. Masters thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img]
Preview
PDF
Download (3MB) | Preview

Abstract

Kitab H{a>syiyah al-S{a>wi> ‘Ala> Tafsi>r Jala>lain karya Syaikh Ah}mad bin Muh}ammad Al-S{a>wi> al-Ma>liki (1175 H/1761 M-1241 H/1825 M) merupakan salah satu tafsir klasik dalam khazanah tafsir yang menarik untuk dikaji untuk mengetahui sejauh mana keseriusan umat Islam dalam mengkaji alQur’an yang diyakini s}a>lih likulli zama>n wa al-maka>n (relevan setiap ruang dan waktu). Tafsir dari kalangan Asy’a>riyah ini sangat penting dikaji dalam rangka memperkuat paham Ahlussunah wal jama>’ah dengan menampilkan, mengenalkan dan menyampaikan karya intelektual ulama kepada masyarakat. Tulisan ini mengkaji pandangan imam S{a>wi> terhadap isra>’i>liyya>t dalam tafsirnya, yaitu kitab h}a>syiah s}a>wi>. Masuknya isra>’i>liyya>t dalam Islam sudah dimulai sejak zaman Nabi, namun masa itu masih dicounter oleh Nabi. Pasca beliau wafat, masuknya isra>’i>liya>t semakin tidak terkendali. Di era ta>bi’i>n dan generasi sesudahnya, banyak mufassir memasukkan unsur-unsur isra>’i>liyya>t dalam tafsirnya bahkan sampai sekarang, dan hal itu sepertinya sudah menjadi kelaziman sehingga perlu kehati- hatian dalam menggunakannya. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dengan analisa data content analysis. Dalam penelitian ini, ditampilkan 12 kisah yang termasuk kategori isra>’i>liyya>t, kemudian menganalisa secara kritis dan menyimpulkan hasil penelitian. Dari penelitian ini bisa dianalisa pandangan S{a>wi> terhadap isra>’i>liyya>t, adakalanya beliau memberi komentar dan ada pula yang mendiamkan. Dari 12 kisah yang ditampilkan, terdapat 3 kisah yang mendapat komentar sedangkan sisanya tanpa ada komentar. Yang mendapat komentar yaitu kisah Yu>suf dan Zulaikha>, putra Ibra>hi>m yang disembelih dan kisah Zainab binti Jah}syi>. Dari hasil ini bisa disimpulkan bahwasanya S{a>wi> penulis yang produktif dan kritis, sedangkan isra>’i>liyya>t yang ditampilkan boleh jadi sebagai ibrah. Adapun tidak memberi komentar, karena sifat tawadhu’ beliau sebagai seorang sufi besar dari thari>qah khalwatiyah dan juga sebagai manifestasi beliau sebagai pensyarah/penjabar dari kitab tafsir Jala>lain.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Najib Ali
Date Deposited: 03 Sep 2020 03:59
Last Modified: 03 Sep 2020 03:59
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/11670

Actions (login required)

View Item View Item