RITUS VIVAHA PADA UMAT BUDDHA THERAVADA DI VIHARA SUVANNA DIPA TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG

Jannah, Miftachul (2017) RITUS VIVAHA PADA UMAT BUDDHA THERAVADA DI VIHARA SUVANNA DIPA TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG. Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[img]
Preview
PDF
Download (969kB) | Preview

Abstract

Perkawinan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Oleh karenanya, setiap agama mengaturperkawinan sesuai ketentuan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia, termasuk juga pada agama Buddha. Dalam agama Budhha perkawinandipahami sebagai ikatan lahir batin antara seorang pria sebagai suami dan seorang wanita sebagai istri berlandaskan pada cinta kasih (metta), kasih sayang (karuna), rasa sepenanggungan (mudita) dengan tujuan untuk membentuk satu keluarga (rumah tangga) bahagia yang diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa dan Sang Tiratana. Ajaran Buddhaatau yang lebih dikenal dengan sebutan Buddha Dhamma tidak mengganggap perkawinan sebagai suatu kewajiban religius maupun sebagai suatu hal yang sakral yang digariskan oleh yang kuasa, melainkan sebuah pilihan bagi kehidupan umat Buddha. Penelitian ini bertujuan untuk menjawabpertanyaanpenelitian; pertama, pelaksanaan Vivaha; kedua makna simbol dalam ritual Vivaha serta; ketiga memahami lebih mendalam mengenai makna Vivaha bagi perumah tangga Buddhis.Dalam penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu: doktrinal, melalui pendekatan doktrinal diharapkan dapat diketahui landasan normatif Vivahadan melalui pendekatanantropologis diharapkan mampu mengungkap makna Vivaha dalam kehidupan sosial religius masyarakat Buddhis. Sedangkan untuk tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama,dalam ritus Vivaha dapat dipahami melalui 3 tahapan, yaitu : pra perkawinan, prosesi perkawinan dan pasca perkawinan.Kedua,berbagai benda yang dipergunakan dalan prosesi Vivaha tidak hanya dipahami sebagai benda biasa (hal profan) tetapi memiliki makna spiritual yang dalam. Ketiga, Vivaha dalam Buddhisme tidak hanya untuk menyalurkan nafsu seksual tetapi paling tidak terdapat tiga makna yaitu; a. Pemenuhan tuntutan sosial, b. Pengendalian nafsu keinginan (kama tanha), dan c. Perekat harmoni sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: ADMINLIB PERPUSTAKAAN
Date Deposited: 16 Aug 2017 02:59
Last Modified: 16 Aug 2017 02:59
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/1055

Actions (login required)

View Item View Item